Artikel Tentang kanker
Maaf, Data Artikel Belum Tersedia
Artikel Terpopuler
Pembedahan Pada Penyakit Jantung Koroner
Jantung merupakan organ vital yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen, nutrisi serta metabolisme sel. Dalam menjalani fungsinya, otot-otot jantung berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian dengan irama yang teratur. Otot jantung juga membutuhkan nutrisi dan oksigen yang dibawa oleh darah.
Pembuluh darah koroner merupakan pembuluh darah yang menopang kebutuhan otot jantung. Pembuluh darah koroner berjalan dipermukaan jantung, kemudian bercabang-cabang memberikan aliran darah sampai ke lapisan dalam otot jantung. Pada umumnya, pembuluh darah koroner terdiri dari 3 bagian utama, yaitu 1 sistem pembuluh darah koroner kanan dan 2 sistem pembuluh darah koroner kiri.
Pembuluh darah koroner dapat mengalami penyempitan atau penyumbatan sehingga aliran darah ke otot jantung menjadi tidak lancar. Gangguan pembuluh darah koroner ini disebut penyakit jantung koroner (PJK).
Waspada, Penyakit Jantung Koroner Penyebab Utama Kematian
Penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama morbiditas (kesakitan) dan mortalitas (kematian) di seluruh dunia, baik di negara berkembang maupun negara maju. Penyakit jantung koroner menjadi penyebab utama pada lebih dari 1/3 kematian pada individu berusia di atas 35 tahun. Umumnya penyakit jantung koroner dimiliki oleh pasien usia lanjut, namun penelitian menunjukan bahwa terdapat 2 % – 6 % penyakit jantung coroner terjadi pada usia muda (usia < 45 tahun).
Sebagian besar keluhan yang dirasakan berupa nyeri dada yang khas (angina) yaitu rasa tertekan/berat dada yang menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, bahu atau ke daerah perut bagian atas. Selain itu terdapat gejala lain yang dapat menyertai, yaitu keringat dingin, mual/muntah, nyeri perut, sesak nafas, atau sampai pingsan. Hal ini dapat terjadi secara tiba-tiba (akut) atau timbul pada aktivitas ringan sampai berat. Namun, PJK tidak selalu memiliki gejala yang khas, atau ada juga yang tidak bergejala dan diketahui saat cek kesehatan rutin.
Jika terdapat penyempitan bermakna, yaitu terdapat penyempitan lebih dari 50% lumen pembuluh darah, maka harus dilakukan intervensi. Berberapa tindakan intervensi yang dapat diambil berupa tindakan kateterisasi dengan atau tanpa pemasangan stent atau yang biasa disebut ring/cincin di dalam pembuluh darah koroner agar aliran yang tertutup/penyempitan terbuka kembali. Tindakan kateterisasi tersebut dilakukan oleh dokter spesialis jantung intervensi.
Operasi Bedah Pintas Arteri Koroner dapat Membantu Atasi Sumbatan di Jantung
Tindakan operasi bedah pintas arteri koroner menjadi pilihan utama bila penyumbatan atau penyempitan tidak dapat ditangani dengan tindakan intervensi. Beberapa keadaan tersebut diantaranya terdapat penyumbatan total, penyempitan pada cabang utama kiri, lesi yang panjang, serta penyumbatan di tiga pembuluh darah koroner, dan kondisi-kondisi khusus lainnya.
Tindakan bedah pintas arteri koroner (coronary artery bypass graft surgery, CABG) dilakukan oleh dokter spesialis bedah jantung (Bedah Toraks Kardiak dan Vaskular, BTKV). Tujuan operasi bypass adalah memberikan aliran darah ke otot jantung melalui pembuluh darah baru (graft) yang diambil dari bagian tubuh lain. Ibarat seperti jalan yang macet, terputus atau buntu, maka dibuat jembatan layang baru melewati daerah yang macet agar dapat sampai ke daerah tujuan.
Operasi ini dilakukan dengan pembiusan total, dan dipantau keadaaan pasien setiap detiknya dengan menggunakan monitoring invasive. Tahapan operasi tersebut meliputi pembukaan dinding dada untuk mencapai organ jantung, kemudian pembuluh darah yang baru sebagai graft diambil (biasanya pembuluh darah di tungkai, dinding dada, dan lengan).
Selanjutnya masuk ke tindakan utama yaitu membuat bypass graft ke target pembuluh darah yang mengalami penyempitan. Operasi dapat dilakukan dalam keadaan jantung berhenti, namun darah tetap beredar ke seluruh tubuh melalui mesin jantung paru (cardiopulmonary bypass, CPB).
Setelah selesai tindakan pemasangan graft, jantung kembali berdenyut dan mesin jantung paru dilepaskan, dinding dada kembali ditutup. Selesai operasi, pasien dipantau di ICU dan bila kondisi stabil, dipindahkan ke ruangan biasa hingga dapat dipulangkan rawat jalan dengan total perawatan 5-7 hari.
Tindakan operasi ini didukung penuh oleh tim dokter yang lengkap. Mulai dari persiapan operasi sampai pasca operasi, pasien ditangani oleh beberapa spesialis yaitu, dokter BTKV, anestesi, jantung, penyakit dalam, paru, rehab-medik, gizi, THT, gigi, dan spesialisasi lain terkait kondisi yang dibutuhkan pasien.
Saat tindakan operasi terdapat tim khusus kamar operasi bedah jantung, terdiri dari dokter BTKV, dokter anestesi konsultan kardiovaskular, perawat khusus bedah jantung, penata anestesi khusus bedah jantung, dokter dan perawat perfusi yang menjalankan mesin jantung paru (perfusionist), dan tim penunjang lainnya.
Hal yang patut kita syukuri adalah kota Pekanbaru memiliki 3 pusat jantung yang dapat melayani sampai tindakan operasi bedah jantung, dimana provinsi lain bahkan belum mempunyai pusat jantung. Tentu pelayanan ini tidak kurang standarnya jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Indonesia lainnya, di luar negeri, atau di manapun sehingga masyarakat Pekanbaru dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Akses pelayanan bedah jantung ini diharapkan dapat melayani masyarakat yang membutuhkan khususnya di daerah Riau dan sekitarnya terutama di era pandemi ini. “Pusat pelayanan bedah jantung, dari Riau untuk Indonesia.”
Fakta Tentang Jantung
Bagaimana jantung manusia berfungsi?
Setiap hari jantung berdetak hingga 100.000 kali dan memompa 2000 galon darah ke seluruh tubuh. Meskipun ukuran jantung tidak sebesar kepalan tangan orang dewasa namun jantung memiliki pekerjaan untuk menjaga ketersediaan darah mengalir 60.000 mil pembuluh darah. Darah bertugas memberi makan organ dan jaringan. Setiap kerusakan pada jantung atau katupnya dapat mengurangi kekuatan memompa dan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras untuk memenuhi permintaan darah untuk tubuh.
Pastikan jantung selalu dalam kondisi prima dengan cara mengkonsumsi makanan yang sehat dan komposisi nutrisi yang seimbang, berolahraga secara rutin setiap hari.
Apa itu denyut jantung?
Denyut jantung memiliki rentang normal 60-100 kali per menit. Umumnya denyut jantung lebih rendah ketika beristirahat. Denyut jantung yang normal dapat menandakan bahwa jantung juga memilki kondisi yang normal. Jika denyut jantung berada diluar rentang normal dan disertai beberapa gejala dan tanda seperti pusing atau bernafas cepat maka berkonsultasilah dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Apakah hubungan antara garam dan jantung?
Pernahkah and mendengar mitos 'Jangan makan asin-asin nanti kena darah tinggi lho'. Apa sih hubungan asin dan darah tinggi dan jantung?
Garam dapur yang biasa kita gunakan merupakan kombinasi dari dua mineral yaitu sodium dan klorida. Sodium adalah salah satu mineral yang penting bagi tubuh. Garam dapur memiliki kandungan 40% sodium dan 60% klorida. American Heart Association merekomendasikan bahwa mengkonsumsi sodium maksimal 2,3mg/hari (1 sendok teh garam)untuk orang sehat dan 1,5mg/ hari (1/2 sendok teh garam) untuk penderita hipertensi dan orang dewasa diatas 40 tahun.
Berikut adalah takaran komposisi sodium :
- ¼ sendok teh garam = 575mg sodium
- ½ sendok teh garam = 1,150mg sodium
- ¾ sendok teh garam = 1,725mg sodium
- 1 sendok teh garam = 2,3mg sodium
Ginjal adalah bagian tubuh yang mengatur garam. Garam memiliki peran penting untuk mengatur keseimbangan cairan dlam tubuh. Garam juga berfungsi untuk mengirimkn rangsangan pada saraf dan mempengaruhi fungsi otot. Garam mempengaruhi kerja jantung ketika tubuh mengalami kelebihan garam. Kelebihan garam dlaam aliran darah akan menarik air ke dalam pembuluh darah sehingga meningktkan volume darah dalam pembuluh darah. Ketik volume darah meningkat maka tekanan darah juga meningkat. Seiring berjalannya waktu, tekanan darah yang tinggi akan menyebabkan pembuluh darah membesar atau bahkan melukai dinding pembuluh darah dan meningkatkan resiko pecahnya plak (jerawat pada pembuluh darah yang disebabkan oleh penumpukan kolesterol). Pecahnya plak akan menyebabkan aliran darah pada pembuluh darah terhambat yang dapat mengakibatkan terjadinya serangan jantung. Penambahan tekanan darah juga dapat menyebabkan kerja jantung menjadi lebih berat untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Meskipun Anda tidak menderita tekanan darah tinggi, mengurangi konsumsi garam akan membantu mencegah memiliki resiko menderita tekanan darah tinggi karena pertambahan usia dan mengurangi resiko terjadinya serangan jantung, gagal jantung, stroke, gangguan ginjal, osteoporosis bahkan sakit kepala.
Penyakit atau gangguan pada jantung
Berikut adalah beberapa tipe penyakit jantung :
- Gagal jantung
Gagal jantung bukan berarti bahwa jantung Anda berhenti berdetak. Gagal jantung dapat diartikan sebagai kondisi dimana jantung tidak dapat memompa darah sebagaimana mestinya. Jantung terus bekerj namun tidak dapat mencukupi kebutuhan darah dan oksigen untuk tubuh. Gagal jantung dapat mengancam jiwa jika tidak mendapatkan terapi pengobatan yang tepat. - Aritmia
Aritmia adalah kondisi dimana jantung memiliki gangguan pada iramanya. Ada berbagai jenis aritmia seperti jantung dapat berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Bradikardia adalah kondisi ketika denyut jantung kurang dari 60 kali per menit. Takikardia adalah kondisi ketika denyut jantung lebih dari 100 kali per menit. Aritmia dapat mempengaruhi kerja jantung dalam memompa darah sehingga mengakibatkan jantung tidak dapat memenuhi kebutuhan darah bagi seluruh tubuh. - Gangguan pada katup jantung
Katup pada jantung berfungsi seperti pintu pada jantung. Ketika katup pada jantung tidak dapat dapat membuka dengan sempurna maka darah yang mengalir tidak dapat normal, kondisi ini dikenal denagn stenosis. Kondisi ketika katup jantung tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga memungkin darah bocor dikenal dengan sebutan regurgitasi.
Cara menjaga kesehatan jantung
Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi tubuh. Berikut beberapa cara untuk menjaga kesehatan jantung:
- Mengkonsumsi makanan sehat dan mengurangi konsumsi garam. Garam dapat menyebabkan metabolisme cairan pada tubuh terganggu.
- Tidak merokok karena tembakau dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga memicu terjadinya serangan jantung.
- Berolahraga minimal 30 menit setiap hari dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung. Jika tidak terbiasa berolahraga maka bisa dimulai dengan pergi berjalan-jalan setiap hari.
- Menjaga berat badan agar tetap dalam rentang normal. Karena seseorang yang menderita obesitas memiliki resiko lebih tinggi terkena serangan jantung.
- Tidak mengkonsumsi alkohol.
Cara Bijak Menghadapi dan Mendampingi Orang yang Terinfeksi HIV
Semua orang bisa tertular human immunodeficiency virus (HIV), yaitu virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Virus ini dapat berpindah jika seseorang sering melakukan hubungan seks berisiko, berbagi jarum suntik, tertular dari ibu ke bayi selama kehamilan dan persalinan, hingga dari pasangan yang sudah menikah sekalipun.Orang terdekat Anda, seperti sahabat dan anggota keluarga, juga tak mustahil menjadi orang yang positif HIV. Jika memiliki kedekatan hubungan, mungkin rekan maupun anggota keluarga Anda akan berbagi cerita mengenai statusnya itu pada Anda.Pada saat momen tersebut, sudahkah Anda siap untuk memberikan dukungan, kepada orang terdekat yang positif HIV?
Bagaimana cara kita menghadapi orang yang terinfeksi HIV?
Berikut ini cara-cara yang bisa Anda lakukan, jika teman atau anggota keluarga bercerita bahwa ia baru saja dinyatakan positif HIV atau sudah lama menjadi orang dengan HIV.
1. Mempelajari tentang HIV
Anda mungkin belum memahami sepenuhnya mengenai HIV dan AIDS serta perbedaan keduanya. Selain itu, Anda mungkin juga takut tertular hanya karena berteman dengan orang yang positif HIV, akibat memercayai berbagaimitos HIV dan AIDS.Penting untuk diingat: Tetep berteman dan berhubungan baik dengan orang yang positif HIV tidak akan membuat Anda juga tertular. Walau tergolong sebagai virus pembawa penyakit menular, HIV hanya dapat berpindah melalui darah atau cairan tubuh saat berhubungan seks, penggunaan jarum suntik, dan beberapa kasus kehamilan serta persalinan.HIV tidak dapat berpindah dengan pelukan, sentuhan, tinggal serumah, atau berbagi tempat tidur dengan orang yang mengalami infeksi virus tersebut. Selain itu, HIV juga tidak dapat ditularkan melalui penggunaan alat makan bersama.
2. Menjaga rahasia orang yang positif HIV
HIV dan AIDS merupakan infeksi yang sangat personal. Apabila orang terdekat Anda menceritakan statusnya yang positif HIV, pastikan untuk menjaga rahasianya dengan baik.Menjadi orang yang positif HIV, terutama di Indonesia, masih dibayang-bayangi stigma sosial. Misalnya, pada awal tahun 2019 di kota Solo, Jawa Tengah, 14 anak dengan HIV dikeluarkan dari sekolah atas desakan wali siswa lainnya.Selalu simpan rahasia orang terdekat Anda yang terinfeksi HIV. Biarkan ia sendiri yang bercerita dengan orang lain, apabila itu memang menjadi keputusannya.
3. Luangkan waktu untuk mendampinginya
Dinyatakan positif HIV bukanlah hal yang dapat diterima dengan mudah. Sebisa mungkin, luangkan waktu jika orang terdekat Anda membutuhkan teman untuk membicarakan penanganan dan perawatan untuk kondisinya, atau sekadar ngobrol bersama.Selain itu, Anda juga dapat meluangkan waktu bersama sahabat Anda dalam melakukan kegiatan positif dan menyenangkan bersama-sama. Misalnya, jalan-jalan santai, atau sekadar nongkrong di kafe kesukaannya.Dukungan ini penting untuk Anda berikan, karena orang yang positif HIV lebih rentan menderita gangguan mental daripada orang negatif HIV. Orang dengan HIV dilaporkan berisiko dua kali lebih tinggi terhadap kondisi depresi.
3. Bantu mereka untuk menjalani gaya hidup sehat
Anda dapat membantu dan mengingatkan rekan Anda pabila ia masih menjalani gaya hidup yang tidak sehat. Gaya hidup tak sehat tersebut termasuk merokok, mengonsumsi alkohol, atau obat-obatan yang berbahaya. Sebab, rokok, obat-obatan berbahaya, serta alkohol, dapat memberikan efek negatif yang lebih besar pada penderita HIV.
4. Edukasi orang-orang di sekitar tentang HIV & AIDS
Ada kalanya orang-orang lain di lingkungan Anda belum memahami tentang HIV. Sehingga, mereka masih memiliki pemahaman keliru mengenai HIV, AIDS, dan penderitanya.Anda telah mempelajari mengenai HIV, penularan virus tersebut, dan penanganannya. Dengan begitu, Anda dapat menyampaikan kepada mereka mengenai hal yang sudah Anda ketahui mengenai HIV dan AIDS.
Bisakah orang yang positif HIV bertahan hidup?
Jawabannya, bisa. Dengan kemajuan ilmu kesehatan, saat ini telah tersedia obat antiretroviral (ARV) yang bisa membantu orang yang positif HIV memiliki harapan hidup seperti halnya Anda.Tak hanya itu, orang yang positif HIV juga masih bisa melakukan aktivitas yang sama dengan Anda. Misalnya, berkencan, berhubungan seks dengan aman, menikah, dan memiliki anak.Memiliki virus HIV, tidak otomatis membuat fungsi hidup seseorang berhenti. Menjalani komitmen untuk mengonsumsi ARV seumur hidup bisa membuat orang dengan HIV memiliki hidup yang juga berkualitas.
Waspadai Serangan jantung dan Stroke pada Wanita
Penyakit seperti jantung, tekanan darah tinggi hingga kolesterol makin membayangi kehidupan modern. Pasalnya, gaya hidup sehat makin diabaikan seperti oalhraga teratur, istirahat cukup hingga mengonsumsi makanan sehat. Sebaliknya pola hidup malas, gila kerja, dugem sampai larut malam hingga mengonsumsi makanan junk food makin bertambah.
Pada wanita, saat menopause yaitu mulai usia 40 tahun, risiko terkena penyakit jantung coroner dan stroke sama dengan laki – laki. Setelah menopause wanita akan lebih rentan terkena penyakit jantung coroner”, ucap dr. Stanley. Penyebabnya adalah hormone esterogen pada wanita tidak produktif lagi. Padahal sebelum memasuki usia menopause, kaum perempuan mempunyai “pelindung alami” terhadap penyakit jantung dan stroke, yaitu menjaga HDL (high density lipoprotein) alias “kolesterol baik” agar tetap tinggi dan LDL (low density lipoprotein) alias “kolesterol jahat” tetap rendah.
Seperti diketahui, jika LDL berlebih akan dioksidasi dan disimpan pada bagian dalam pembuluh darah arteri, termasuk arteri coroner, yang bisa menghambat pasokan darah ke otot jantung sehingga jantung kekurangan pasokan oksigen. HDL berfungsi untuk membersihkan plak – plak LDL yang mengendap di arteri coroner, sehingga jantung terhindar dari penyakit jantung coroner. “Salah satu penyakit jantung yang ditakuti karena dapat menimbulkan serangan jantung,” papar dr. Stanley.
Sementara faktor risiko lain penyebab wanita terkena serangan jantung coroner adalah darah tinggi, kegemukan, kencing manis, kolesterol dan juga keturunan. Angka kematian wanita disebabkan oleh penyakit jantung coroner lebih tinggi dibanding dengan laki – laki. Wanita yang mengalami menopause lebih cepat yaitu usia 40 tahun lebih gampang terserang penyakit jantung coroner dibanding wanita yang mengalami menopause di atas usia 50 tahun.

Register Apotek